Wednesday, 15 February 2012

Pasar Mayestik Segera Rampung

 
  Djangga Lubis, kedua dari kanan dalam acara selamatan PD Pasar Jaya


Pedagang mengatakan, harga kios yang ditawarkan PT Metroland Permai selaku pengembang, sangat mahal.
Pembangunan gedung Pasar Mayestik hampir rampung. Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis mengatakan, pekerjaan pembangunan tinggal menyelesaikan lantai paling atas. Djangga Lubis berharap pembangunan selesai tepat waktu.
Pembangunan Pasar Mayestik mengawinkan cara perdagangan tradisional di lokasi bangunan modern.
“Pasar tradisional dengan konsep modern seperti di Pasar Mayestik tentu sangat bagus,” kata Djangga.
Konsep yang menarik perhatian tersebut, sayangnya harus direcoki dengan keluhan para pedagang. Mereka mengatakan, harga kios yang ditawarkan PT Metroland Permai selaku pengembang, sangat mahal.
Pedagang juga mengeluhkan uang muka yang semula bisa dicicil selama setahun, kini harus dilunasi dalam waktu sembilan bulan.
Salah seorang pedagang mengatakan, semula telah disepakati sebesar 20 persen dari total uang muka dapat dicicil selama 12 bulan. Namun mendadak, pengembang memberitahu para pedagang harus melunasi uang muka dalam waktu sembilan bulan.
“Cicilannya Rp6,450 juta,” kata pedagang di penampungan sementara.
Selama berjualan di tempat penampungan, omset menurun drastis. Akibatnya para pedagang merasa berat membayar cicilan kios.
Sejumlah pedagang menyebut, penurunan terjadi hingga 70 persen dibanding sebelum mereka membuka lapak di penampungan sementara.
Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis berharap, para pedagang dapat segera direlokasi ke gedung baru Pasar Mayestik yang modern. Di gedung ini nantinya akan terdapat 1.618 kios, 267 los, dan 298 konter.
Halaman parkir di pasar itu dapat menampung hingga seribu kendaraan tiap hari. 


Winda Widyawaty

Tansu Lezat di Warung Tarmudi


Siapa sangka dari warung sederhana yang terlihat masih semi permanen itu, tercium aroma kenikmatan. Tepatnya di dekat perempatan jalan Garuda Ujung, Kemayoran Jakarta Pusat. Warung tersebut selalu ramai setiap harinya dan buka 24 jam penuh dari Senin hingga Minggu, kecuali Lebaran Idul Firti dan Idul Adha, warungnya tutup. 

Tarmudi pemilik warung tersebut makin dikenal banyak orang, pelanggannya makin bertambah. Ini berkah dari racikan kulinernya yang mengikuti selera pasar. Jauh sebelumnya Ia terbiasa mengaduk adonan yang hanya menjadi gorengan dan sudah sangat umum menjadi pilihan para pedagang di pinggiran jalan, dagangannya tidak begitu laris manis seperti menu utamanya, sekalipun gorengannya itu telah berdampingan dengan kue pancong yang khas Betawi itu.

Ide dari Kakek Tarmudi untuk menambahkan ketan pada bisnis kulinernya berbuah kesuksesan. Orang-orang kantoran, sopir, anak sekolah dan dari berbagai kalangan yang menjadi pelanggan menyukai ketan susu Tarmudi yang murah meriah itu. Tidak hanya dari mulut ke mulut, kelezatan ketan susu Tarmudi di era digital ini promonya pun telah menggunakan fasilitas internet melalui jejaring sosial twitter dan facebook.
Menurut Tarmudi dahulu sebelum menjadi ”Tansu” namanya ”Tanbok” yaitu ketan kobok, karena makan ketannya dengan menggunakan tangan. Seiring perkembangan zaman, termasuk kepiawaian Tarmudi dalam menerima masukan pelanggan, sehingga ketannya dicampur dengan susu, maka sudah menggunakan sendok.

Warung Ketan Susu itu sendiri sudah berdiri sejak tahun 1958. Ketan Susu milik Tarmudi ini merupakan usaha milik keluarga dan sudah turun temurun, Tarmudi sendiri merupakan generasi penerus ketiga. Warung pertama kali dibuka terletak di depan Damri, bukan di tempat yang sekarang. Sedangkan asal muasal nama Tansu berawal dari banyak pelanggan yang berkeinginan variasi dalam ketan, banyak yang meminta menggunakan susu dan kelapa. Dan akhirnya terkenal dengan sebutan ”Tansu” yaitu ketan susu, itu pun para pelanggan yang memberi nama. 
Dari penuturan Tarmudi, setiap harinya ia bisa menghabiskan 2 hingga 3 karung ketan seberat 50 Kg dan 150 bungkus tempe. Dengan dibantu 9 orang karyawannya, proses pembuatan cukup efektif sebab dilakukan di warung itu juga.

Selain Tansu sebagai menu utama, para pelanggan nampak tengah menikmati hidangan pelengkap, aneka gorengan tempe, ubi, singkong dan pisang goreng. Minuman yang paling disukai adalah teh poci, selain teh poci ada teh manis biasa, kopi susu, air jeruk dan susu .

Bagi para pelanggan bila yang memesan ketan susu untuk dibawa pulang, Tarmudi sengaja memisahkan kelapa parut dari ketannya, ini agar kelapanya tidak cepat terasa asam.
Seperti Shinta, seorang karyawati kantoran yang datang bersama temannya untuk pertama kalinya menyempatkan diri datang ke warung ketan susu. Ia datang mencoba ketan susu yang sudah terkenal ini karena ia juga seorang penikmat kuliner. “Ketan susu disini tidak terlalu manis, karena dilebur dengan tempe yang gurih . Nice celebration,” kata Shinta lantas menyeruput teh pocinya. 

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau untuk makanan di daerah Jakarta. Shinta makan ketan susu lengkap dengan gorengan dan teh poci serta membawa beberapa bungkus ketan susu untuk keluarga di rumah, setelah ia membayar harganya tidak sampai 50 ribu. 

Sedangkan Anton, salah satu pembeli yang rumahnya berdekatan dengan warung tersebut mengaku sering datang, terkadang ia juga selalu membawa teman-temannya yang bertempat tinggal di Bekasi untuk menikmati ketan susu. 
Adapun harga satu porsi ketan Rp 2.500, seporsi ketan ditambah susu Rp 3.000, dan semua jenis gorengannya seharaga Rp 500. Sedangkan untuk minumannya, teh poci Rp 2.000, teh manis biasa, susu, es jeruk semuanya seharga Rp 3.000 dan susu Rp 2.000 saja.  


Winda Widyawaty



Apotik Rakyat Pasar Pramuka, Terkenal Sejak Dulu



Apotik rakyat merupakan sebutan nama toko obat di Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Dengan adanya musim hujan menyebabkan banyak dari warga masyarakat yang mengeluh sakit. Bukan hanya masyarakat, pedagang pasar pun tak luput dari penyakit di musim penghujan ini. Apotik rakyat tidak seperti apotik pada umumnya, karena apotik ini berada di dalam pasar.
Banyaknya apotik yang berkembang pada saat ini, tidak begitu mempengaruhi keberadaan Apotik Rakyat di Pasar Pramuka saat ini. Karena pembeli obat yang datang di Apotik Rakyat ini berasal dari berbagai daerah. Perkembangan penyakit pada saat musim penghujan menjadi sangat mudah dirasakan oleh masyarakat dan pedagang, bagaimana tidak pedagang rumahan seperti Lasmi (37), mengaku sering kehujanan ketika berbelanja di pasar untuk memenuhi kebutuhan warungnya. Masyarakat pada umumnya juga merasakan dampak yang ditimbulkan dari musim hujan.
Dalam memenuhi kebutuhan obat, masyarakat bisa mengandalkan Pasar Pramuka sebagai salah satu tempat alternatif mencari obat murah dengan jaminan keasliannya. Pada umumya tidak semua obat dapat diperjualbelikan secara bebas. Ada beberapa golongan obat, dari yang umum sampai yang harus membutuhkan resep dari dokter.
Mulai dari yang umum, bisa kita lihat warna hijau bulat yang tertera di kemasan obat. Obat ini bisa dibeli seluruh masyarakat karena obat yang bertanda hijau merupakan jenis obat dengan kategori bebas. Ada juga obat yang tidak bisa di perjualbelikan secara bebas, misalnya seperti obat yang berlabel merah dan biru. Obat ini merupakan obat yang tergolong tidak bebas diperjualbelikan karena jenis obat ini biasanya dapat dikonsumsi hanya dengan menggunakan resep dari dokter.
Erwin (47) mengaku tidak menjual secara bebas obat yang berlebel merah dan biru tetapi dia menyediakan ketiga jenis obat yang berlebel hijau, merah dan biru. Biasanya untuk pembelian obat berlebel merah dan biru, Erwin mengharuskan kepada pelanggannya untuk menggunakan resep dokter. “Biasanya pembeli yang datang ke tokonya ada pedagang obat ada juga pengguna langsung, tetapi lebih cendrung pengguna langsung yang membeli disini,” tuturnya.  

Lain halnya dengan Bagindo Najir (60), pedagang yang sudah berjualan selama 40 tahun ini mengaku menjual obatnya secara bebas. Walaupun obat yang dibeli berlebel merah dan biru, Bagindo Najir tetap melayani, karena Bagindo tidak menjual obat secara eceran.
Indra (40) merupakan salah satu pedagang obat yang lebih cendrung memiliki pelanggan yang berasal dari apotik dan klinik, jadi untuk obat yang berlabel merah dan biru tidak begitu dipermasalahkan penjualannya karena memang pelanggannya merupakan karyawan apotik, walaupun ada pembeli pengguna langsung obat yang membeli obat berlebel merah dan biru, Indra biasanya mengharuskan pembeli untuk menggunakan resep.
Sebut saja Nina, Ia salah satu pelanggan obat Pasar Pramuka, salah satu keluarganya ada yang sakit yang mengharuskan dia untuk selalu membeli obat. “Tidak ada masalah selama membeli obat disini,” ungkapnya dengan senyuman.
Pasokan pedagang obat atau yang biasa disebut Apotik Rakyat di Pasar Pramuka ini, memenuhi kebutuhan obatnya berasal dari Pedagang Besar Farmasi (PBF), terkadang jika terdapat obat palsu yang beredar mereka mendapatkan informasi dari PBF dan informasi dari BPOM itu sendiri. Dari PD Pasar pun setiap bulannya selalu menghimbau kepada pedagang untuk tidak menjual obat palsu.
Ali selaku pedagang lain menjamin tidak ada obat palsu yang dijual disini, kalau terdapat obat palsu Ali mempersilahkan pembelinya untuk datang lagi, Ali mengaku memang selama berdagang terdapat suka duka, sukanya kalau mendapatkan obat dengan harga yang murah dan dukanya dicurigai menjual obat palsu, Ali mengaku jika ia menjual obat palsu usahanya tidak bisa bertahan sampai 33 tahun.
Biasa masa ketahanan obat itu bertahan selama dua tahun, antisipasi ketika masa itu akan segera habis 2 bulan sebelum expayer pedagang mengembalikan ke pemasok, hal tersebut juga dapat dijadikan antisipasi peredaran obat kadaluarsa di Pasar Pramuka tersebut. Jadi bagi anda yang membutuhkan berbagai jenis obat baik dari umum sampai resep dokter datanglah ke Pasar Pramuka Jakarta Timur.

Beberapa Jenis Obat dan Fungsinya
1. Amoxilin : Antibiotik
2. Zoralin : Penyakit Jamur dan alergi pada kulit
3. Parasetamol : Meredakan panas
4. Aspirin : Meredakan pusing
5. Antalgin : Sakit kepala
6. Etabion : Vitamin penambah darah untuk wanita hamil
7. Ranisidin : Magh dan lambung
8. Decolsin : Flu dan batuk


Tips Membeli Obat Asli
1.         Biasanya obat yang palsu serupa dengan obat asli, bisa dibilang hampir tidak ada perbedaannya, untuk mengetahui perbedaannya dapat dilihat dari khasiat obat itu sendiri.
2.         Usahakan selalu membeli obat di tempat-tempat yang resmi, tidak sembarang memilih tempat saat membeli obat.
3. Minta jaminan keaslian obat dari pedagang serta meminta faktur dari toko tempat kita  membeli obat. 


Nurhayati

Belanja Barang Antik di Jakarta Utara


                 
          Jakarta adalah rumah bagi berbagai pusat perbelanjaan kontemporer, menjual beberapa barang yang terbaik dan paling up to date produk-produk dari seluruh dunia . barang antik memiliki daya tarik tersendiri kepada pecintanya, keantikan barang tersebut menjadi dasar keinginan para pencita seni untuk memiliki barang yang dianggap penuh dengan nilai sejarah itu. Tak banyak di Jakarta yang menjual aneka barang antik hanya dibeberapa daerah saja misalnya seperti pasar antik yang terdapat di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat.

                Lokasi pasar antik di Jalan Surabaya ini memiliki letak yang sangat strategis, mudah dijangkau dari berbagai sudut kota misalnya saja angkutan umum yang berseri 17 dengan jurusan senen-manggarai, atau metro mini 49 dengan jurusan pulo gadung- manggarai selain kedua angkutan umum tersebut mungkin anda bisa menggunakan ojek, bajaj atau taksi sebagai alternatif lain ketika hendak ke pasar yang terlatak di Jalan Surabaya ini. Pasar antik ini berdekatan dengan pasar cikini, stasiun cikini, RS. Ciptomangunkusumo, tugu proklamasi, taman suropati dan pasar rumput.

                Sebagian besar toko antik yang berada di Jalan Surabaya tersebut mengkhususkan dengan menjual barang tradisonal jawa misalnya seperti patung topeng yang terbuat dari kayu, selain jenis tradisional jawa kita juga dapat menemukan barang-barang antik lainnya seperti buku-buku lama, lampu-lampu ruangan, lemari, porselin ornamen antik, berbagai perak dan kuningan, kamera tua bahkan sampai kain batik tulis yang dianggap memiliki nilai sejarah tersendiri.aneka barang seperti stick golf dan perlengakapan kapal jaman dahulu juga diperjualbelikan di pasar antik ini, selain ada beberapa toko yang terdapat di Jalan Surabaya ini yang mengkhususkan menjual aneka jenis tas dan koper. Jenis barang yang dijual sangat variatif sehingga tidak kesulitan bagi para pencita seni yang memiliki nilah sejarah untuk berbelanja aneka barang sesuai dengan yang diinginkan.


                Hendra (44), merupakan salah satu pemilik toko yang menjual aneka barang antik seperti porselin, kain dan kayu. Lelaki yang sudah menggeluti usahanya selama 25 tahun ini mengaku menjual jenis barang seperti guci dengan kisaran harga 1,5 juta sampai 2 jutaan yang dipasaok langsung dari Kalimantan dan negara luar seperti Cina. Hendra juga menjual berbagai macam ukiran kayu berbentuk patung dari berbagai macam bentuk dan daerah, misalnya seperti Yogya, solo, kalimantan bahkan sampai ke papua yang dijual dengan kisaran harga 500rb sampai 700 ribu tiap barangnya. Selain itu Hendra (44) juga menjual berbagai kain batik asli dan kain batik cap, dengan kisaran harga 200 ribu sampai 5oo ribu. Lampu-lampu antik yang sudah sulit ditemukan juga menjadi salah satu barang antik yang terdapat di Jalan Surabaya tersebut untuk dapat menghias susana rumah anda. Berbagai macam bentuk lampu seperti lampu betawi yang dijual dengan kisaran harga 3 jutaan dan jenis lampu gantung yang dijual dengan kisaran harga 150 rb- 250 rb. Bahkan Audya (34), mengaku rela datang dari daerah Bogor untuk dapat membeli barang antik sesuai dengan keinginannya, walaupun Audya tidak terlalu mengerti mengenai seni sehingga ia hanya mencari jenis barang antik yang sesuai dengan keadaan rumahnya tetapi tetap memiliki nilai sejarah yang tinggi. Dengan harga yang sudah tawarkan oleh para pedagang pembeli tetap dapat bernegoisasi harga denga pedagang sehingga terjual sesui dengan harga yang sudah disetujui dari keduabelah pihak atau yang biasa disebut produsen dan konsumen.

Disini juga bukan hanya para penikmat seni saja yang bisa membeli dan memiliki barang antik tersebut . Salah satunya Gatra (30) dan Asep (54) yag juga pemilik toko di pasar tersebut , mendapatkan pesanan dari sejumlah coffe bar untuk membentuk alat gilingan kopi . Tidak semuanya mereka buat ulang, alat gilingan kopinya sendiri adalah alat – alat tua dan antik dan digunakan ketika kopi masih dihaluskan dengan cara manual . Gilingan kopinya sendiri berasal dari London, Inggris. Ukuran gilingannya itu sendiri terdiri dari ukuran satu hingga ukuran lima. Bila ada yang memesan dengan ukuran lengkap dari satu hingga lima , harganya pun akan jauh lebih murah, sekitar 2 juta untuk kelima ukuran tersebut. Tetapi bila membelinya tidak satu paket atau tidak semua ukuran, harganya jauh lebih mahal. Pemesanan gilingan kopi ini sendiri bukan hanya datang dari coffee bar dalam negeri, bahkan pemesanan gilingan kopi ini sudah sampai ke luar negeri, seperti Korea dan Jepang. 


Salah satu pengelolanya yang ditunjuk menjadi koordinator lapangan H. Mumu Hidayat (65) pun memiliki salah satu kios diantara 184 kios yang berjejer tersebut. Dahulu H. Mumu banyak menjual barang antik hasil dari kapal laut, seperti stir kapal, teropong, jam kapal, telegram dan barang yang berada dikalap lainnya , tetapi semakin kini barang antik yang dia jual pun beragam , adanya penambahan barang kristal, porselen dan lukisan . Harga kristal yang H. Mumu jual mulai dari harga 1 hingga 10 juta , tropongnya mulai dari 2,5 – 5 juta , jam kapal dari 1 – 2,5 juta  dan ada salah satu kemudi kapal laut yang sudah sangat tua yang harganya dapat mecapai 25 juta. Tetapi kini peminat barang – barang antik dari hasil kapal pun mulai berkurang , dan hasilnya pembeli lebih banyak memilih barang yang mirip dengan yang aslinya dan yang lebih murah.

Pasokan barang-barang antik yang terdapat di pasar Jalan Surabaya ini di pasok dari berbagai macam daerah bahkan ada yang sampai ke ke luar negeri. Diderah sendiri pemasuk berasal dari Yogya, kalimantan, solo dan papua sedangkan untuk pasokan dari luar ada yang dari Cina, untuk barang tiruan berasal dari Taiwan dan Korea dan untuk barang yang asli berasal dari Amerika dan jepang.

Pasar yang terletak di jalan Surabaya ini bukan hanya menjual barang-barang second saja barang barupun juga tersedia di sekitar Jalan Surabaya ini. Hadirnya pasar antik ini juga memenuhi hasrat bagi para pencinta barang seni yang bernilai sejarah tinggi sehinga para pecinta seni tersebut tidak kesulitan mendapatkan barang yang bernilai sejarah tinggi dan keinginan mereka terhadap barang antik tersebut dapat terpenuhi. Jadi bagi para pecinta barang antik silahkan mencoba untuk berbelanja barang antik di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta utara.


Nurhayati

Foto dok.SUARAPASAR

              
               


Daun Sirsak Sebagai Obat Kanker


Manfaat Daun Sirsak terkuah  setelah ditemukan kandungan Annonaceous Acetogenius yang merupakan senyawa anti Tumor dan Kanker yang potensial tanpa merusak sel yang sehat. Mekanisme acetogenis yang bermanfaat untuk menghambat dan mengurangi asupan energy pada sel Kanker.
Manfaat dari daun sirsak yang dapat membantu mengobati beberapa penyakit penting seperti kanker. Bukan hanya buah sirsaknya yang enak dimakan, daunnya pun dapat dijadikan pengobatan alternatif untuk penyakit kanker.
penelitian mengenai manfaat dari daun sirsak, antara lain :
·         Secara efektif dapat membunuh sel – sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, seperti kanker Usus Besar, kanker payudara, kanker paru – paru dan sebagainya.
·         Kekuatan daya kerja daun sirsak 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan terapi kemoterapi yang biasa di gunakan
Sedangkan buah sirsak itu sendiri berasal dari daratan Amerika Tengah dan bagian Amerika Selatan. Nama latin dari buah sirsak adalah Annona Muricata. Kandungan dari buah sirsak adalah kandungan zat gizi yang terbanyak dalam sirsak adalah kandungan zat karbohidrat. Salah satu jenis karbohidrat pada buah sirsak adalah gula pereduksi ( glukosa dan fruktosa ) dengan kadar 81,9 – 93,6 persen dari kandungan gula total. Buah sirsak sangat sedikit mengandung lemak yakni sekitar 0,3g / 100g, sehingga sangat baik untuk kesehatan. Rasa asam pada sirsak berasal dari asam organik non volatil, terutama asam malat, asam sitrat dan asam isositrat.
Buah sirsak banyak mengandung vitamin C, yaitu sekitar 20 mg per 100 gr daging buah. Kandungan vitamin C yang terdapat pada buah sirsak adalah merupakan antioksida yang sangat baik untuk meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh dan dapat memperlambat proses penuaan dini ( awet muda ).
Kandungan mineral yang paling banyak pada buah sirsak adalah fosfor dan kalsium, masing – masing sebesar 27 dan 14 mg/100 g. Kedua mineral tersebut penting untuk pembentukan masa tulang, sehingga baik di gunakan untuk membentuk tulang yang kuat serta berguna sebagai menghambat terjadinya Osteoporosis.
Studi di purdue University membuktikan bahwa daun sirsak mampu mengobati sel kanker secara efektif. Dan hasil riset dari beberapa universitas itu membuktikan bahwa daun sirsak dan buahnya ini mempunyai banyak sekali manfaat bagi kesehatan. Salah satu manfaatnya adalah sebagai pelindung dari sistim kekebalan tubuh dan dapat mencegah dari infeksi yang mematikan dan manfaat yang paling terkenal adalah sebagai obat penyakit kanker.
Berikut ini adalah resep – resep pengobatan tradisional dari daun dirsak
·         Pengobatan Kanker
 Dengan merebus 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguap dan air tinggal 1 gelas saja. Air yang tinggal 1 gelas dimimumkan ke penderita setiap hari 2 kali. Efek dari ramuan tersebut akan terasa hangat/panas, lalu badan berkeringat deras.
·         Saikt Pinggang
Rebus 20 lembar daun sirsak rebus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 3 gelas dan di minum 1 kali sehari ¾ gelas.
·         Bisul
Daun sirsak yang masih muda secukupnya, tempelkan di tempat yang terkena bisul
·         Eksim dan Rematik
Tumbuk daun sirsak sampai halus dan tempelkan di bagian yang sakit
Obat herbal yang berasal dari daun sirsak ini bukanlah obat instan, pasien memerlukan waktu 3 sampai 4 minggu dengan meminumnya secara rutin untuk dapat merasakan manfaat penyembuhannya.

Novita Sundarini